Sabtu, 14 Juli 2012

Ustadz Muinuddinillah: Peperangan Sunni-Syi'ah Peperangan Abadi

SOLO - Aksi Solidaritas untuk Muslim Suriah di Solo  pada Jumat (13/07/2012) dihadiri oleh tokoh-tokoh umat Islam diantaranya adalah Dr. Muinuddinillah Basri. Pada kesempatan tersebut ustadz Muin –sapaan akrabnya- menyatakan bahwa darah umat Islam di Suriah sangat mahal harganya.

Ustadz Muin menekankan bahwa sekte Syi’ah Nushairiyyah adalah sesat karena telah menghalalkan apa yang diharamkan Islam seperti khamr dan zina. Sekte yang dianut Bashar ini juga menghalalkan perbuatan kufur seperti meninggalkan shalat fardhu.

Ia mengimbau kepada media-media Islam untuk tidak mengambil berita dari kalangan Bashar Al Assad dan Nushairiyyah. Sebab mereka bukan orang-orang yang terpercaya. “Kalau kita melihat, bahwa berita harus diambil dari orang-orang yang tsiqat,” ungkapnya.
“Mereka (Nushairiyyah) tidak menganggap wajibnya shalat, mereka menghalalkan minum khamr, maka tidak boleh berita diambil dari mereka. Kita ambil dari saudara-saudara yang dekat dengan kita,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa Syi’ah Nushairiyah lebih buruk dari Yahudi dan Nasrani. “Karena Nushairiyyah adalah kebatinan yang sangat benci kepada Islam dan lebih buruk daripada Yahudi dan Nashara,” terangnya. “Nushairiyyah ini dibantu habis-habisan oleh orang Iran. Bahwa Iran habis-habisan membela Bashar dan Bashar sebagai benteng mereka,” Tambah beliau.

Ustadz Muin mengingatkan kepada umat Islam bahwa peperangan antara Sunni dan Syi’ah merupakan peperangan abadi. “Ini yang jadi masalah besar bahwa bagaimanapun juga, peperangan antara sunni dan syiah bukan peperangan yang sebentar. Peperangan yang abadi, bagaimana Abu Bakar dan Umar, mereka adalah dikafirkan,” pungkasnya. voa/M.Idea]

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites