Kami Siap Desain dan Cetak Kalender Hijriyah

Alhamdulillah kami siap membantu dalam Promosikan usaha anda melalui Kalender Hijriyah, Promosi sekaligus dakwah Kalender Islam

Ust. Abu Bakar Baasyir adalah Guru Bangsa

Ust. Abu Bakar Baasyir sangat pantas di beri gelar Guru Bangsa, label teroris untuknya adalah jauh panggang dari api

Meluruskan Pengelolaan Infak/Kas Masjid Hari Ini

Banyak diantara pengurus/takmir Masjid yang tidak tahu tentang pengelolaan dana Kas masjid yang sumbernya dari infak Jamaah masjid

Tampilkan postingan dengan label Lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lokal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2011

NII Crisis Center: Gerakan NII Semakin Meluas

 
Direktur NII Crisis Center Ken Setiawan yang juga mantan NII Al Zaytun, mengaku khawatir dengan meluasnya korban gerakan NII KW 9 di Indonesia karena targetnya bukan saja mahasiswa tapi juga pelajar.

Belum lama ini, Ken menyebutkan, ada mahasiswa salah seorang korban gerakan ini yang menipu orang tuanya dengan nilai 20 juta dalam rangka untuk pembersihan dosa di gerakan NII Al Zaytun.

"Jelas itu salah. Tapi ketika saya dulu masih aktif di NII, itu saya anggap prestasi karena bisa memberikan kontribusi kepada NII," kata Ken kepada Hidayatullah.com, Jum'at (1/4) malam.

Ken menceritakan, pemahaman yang kerap dicekoki pimpinannyaa saat dirinya masih menjadi anggota NII bahwa semua orang di seluruh dunia adalah kafir jika belum masuk NII, termasuk orang tua sendiri.

"Jadi harta dan darah halal untuk diambil walaupun sebenarnya kasihan," kisah Ken.

Tapi lantaran instruksi pimpinan sepeti itu, dirinya yang pada saat masih menjadi anggota di tahun 2000 sampai 2002 hanya bisa sami'na wa atho'na (mendengar dan taat). Bahkan, lanjut Ken, anggota acap dicekoki bahwa semakin banyak mereka menipu atau menyumbang dianggap semakin sholeh.

Untuk itu, dalam rangka membendung kian gencarnya gerakan ini, Ken mendirikan NII Crisis Center sebagai lembaga advokasi dan informasi seputar kiprah, fakta fakta serta kisah korban NII. Ia juga mendirikan laman internet sebagai saluran info terbaru tentang gerakan NII KW9, juga merupakan sarana untuk saling silang kabar tentang maraknya korban NII KW9 di dekitar masyarakat.

"Yang jelas isu NII digunakan untuk menjerat para generasi muda dengan dalih perjuangan menegakan hukum islam di Indonesia," imbuh mantan NII Al Zaytun ini.

Hal itu terbukti dengan adanya sejumlah temuan NII Crisis Center yang menengarai gerakan NII telah masuk ke lingkup Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Kemrarin saya nanganin korban di salah satu SMA Bogor. Banyak murid yang sudah kena, bahkan gurunya ada 7 orang yg sudah dipastikan masuk NII," ungkap Ken.*(moslem idea/
Hidayatullah)

Foto: Seminar Kupas Tuntas NII KW-9 di Masjid Bahrul Ulum, Kampus Politeknik TEDC, Cimahi, Bandung
Rep: Ainuddin Chalik
Red: Cholis Akbar

JAT sumbang Rp 300 juta untuk Program RS Indonesia di Gaza

Jama'ah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Ustadz Abubakar Baasyir (ABB) menyumbangkan Rp. Rp. 300 juta untuk program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza Palestina.

Menurut MER-C, dana sebesar Rp 300 juta diberikan JAT dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp 150 juta dikirimkan pada tanggal 14 April 2009, kemudian donasi tahap kedua dengan jumlah yang sama dikirimkan pada tanggal 14 Maret 2011.

Sementara itu, janji pemerintah RI yang sebelumnya pernah berkomitmen untuk ikut membantu program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza nyatanya cuma retorika alias janji palsu. Ketika itu Pemerintah Indonesia sempat menjanjikan bantuan dana melalui IDB (Islamic Developer Bank). Namun ternyata pemerintah RI  tidak menepati komitmen yang telah disepakati dalam MOU Pembangunan “Cardiac Center” pada tanggal 7 Februari 2011 lalu.

JAT akan terus mendukung perjuangan Mer-C untuk merealisasi pembangunan RS Indonesia di Gaza. ”Kita tidak perlu meminta bantuan pada pendusta durjana yang justru mengedepankan kedengkian terhadap ulama (Ustadz Abu Bakar Ba’asyir),” kata aktivis JAT  yang mengaku bernama Abu Bilal Al Javania. (risalahtauhidnews/saveabb)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites