Kami Siap Desain dan Cetak Kalender Hijriyah

Alhamdulillah kami siap membantu dalam Promosikan usaha anda melalui Kalender Hijriyah, Promosi sekaligus dakwah Kalender Islam

Ust. Abu Bakar Baasyir adalah Guru Bangsa

Ust. Abu Bakar Baasyir sangat pantas di beri gelar Guru Bangsa, label teroris untuknya adalah jauh panggang dari api

Meluruskan Pengelolaan Infak/Kas Masjid Hari Ini

Banyak diantara pengurus/takmir Masjid yang tidak tahu tentang pengelolaan dana Kas masjid yang sumbernya dari infak Jamaah masjid

Rabu, 12 Oktober 2011

Bagaimana nasib kaum Muslimin Ambon sebulan pasca kerusuhan?

AMBON – Sebulan telah berlalu dari kerusuhan Ambon, 11 September 2011. Bagaimana nasib kaum Muslimin di sana? Apakah para pengungsi sudah kembali ke rumah-rumah mereka? Apakah kondisi mereka masih memprihatinkan? Berikut kabar terbaru tentang kondisi kaum Muslimin Ambon sebagaimana diceritakan oleh Koresponden Arrahmah.com langsung dari TKP!

Jeritan kaum Muslimin Ambon

Sebulan sudah kaum Muslimin kampung Waringin, Ambon menjalani hidup sebagai pengungsi di negeri sendiri. Mereka adalah korban kekejaman kaum nasrani pada peristiwa kerusuhan Ambon, 11 September 2011. Pada peristiwa tersebut nyawa 7 Muslim Ambon terenggut, 100 orang lebih kaum Muslimin terluka parah dan ringan, ratusan rumah kaum Muslimin di Kampung Waringin ludes dibakar pihak nasrani.

Hari ini kaum Muslimin mengungsi di beberapa tempat di kota Ambon, seperti gedung Telkom Talake & bangunan pasar belakang Ambon Plaza yang belum difungsikan. Ketika saya mengunjungi para pengungsi tadi siang, mereka mengatakan bahwa untuk kebuutuhan makan seperti beras, mie instan, dan ikan kaleng tercukupi. Perlengkapan pakaian seperti selimut, baju, dan seragam sekolah juga tercukupi. Untuk peralatan dapur seperti kompor, alat masak, piring, dan lain-lain juga terpenuhi. Pelayanan kesehatan selama 24 jam juga terpenuhi dilayani oleh tenaga medis dari Puskesmas.

Saat ini yang mereka butuhkan adalah uang untuk memenuhi kebutuhan mereka di luar kebutuhan makan dan minum, seperti untuk membayar biaya anak-anak sekolah dan ongkos transport anak-anak mereka menuju sekolah, yang dengan mereka mengungsi maka tentunya jarak menuju sekolah anak-anak mereka lebih jauh. Hingga hari ini, baru satu kali mereka menerima bantuan uang tunai sebesar Rp. 35.000,- untuk setiap satu kepala keluarga.

Kaum Muslimin wajib bantu

Demikianlah kondisi kaum Muslimin Ambon sebulan pasca kerusuhan. Apakah dengan uang Rp. 35.000 yang pernah mereka dapatkan sekali itu sudah cukup? Bagaimana dengan kehidupan mereka selanjutnya? Bagaimana dengan nasib anak-anak yang kehilangan ayah dan ibunya menjadi janda? Juga nasib para pengungsi yang hingga kini belum juga bisa kembali ke rumah mereka, karena memang sudah musnah dibumihanguskan kaum nasrani. Semoga dengan informasi ini kaum Muslimin di manapun tergerak hatinya untuk dapat meringankan beban kaum Muslimin Ambon. Insya Allah!

(arrahmah/moslem-idea)

Sabtu, 08 Oktober 2011

Ketika Media Nasional Membungkam Tragedi Ambon 9/11



Kita sering mengeluarkan uang yang tidak sedikit hanya untuk mendapatkan informasi berita yang terbaru di lingkup negeri kita ini atau negeri tetangga, namun sayangnya ketika kita sudah membeli dengan uang yang tidak sedikit untuk mendapatkan berita yang bisa dipercaya, namun hari ini kita sering disuguhkan berita-berita yang menipu dan juga merugikan khususnya umat Islam, seperti kasus Ambon sendiri banyak umat Islam yang tidak tahu kejadian sebenarnya, hal ini disebabkan media yang tak pernah memberitakan suatu peristiwa jika korbannya adalah umat Islam, namun sebaliknya jika yang jadi korban adalah umat selain Islam, maka media sering membesar-besarkan seolah-olah yang salah adalah umat Islam.
Saatnya sekarang umat Islam untuk sadarkan diri, untuk tidak mudah mengeluarkan dana hanya untuk mendapatkan informasi yang update, padahal banyak situs-situs Islam yang selalu update dalam menyampaikan informasi yang berimbang.
Saatnya untuk memberikan dukungan kepada media Islam yang berani dan jujur dalam menyampaikan berita sesuai dengan fakta

Jakarta – Menarik untuk dikaji, kenapa media nasional bungkam untuk memberitakan dibalik Tragedi 9/11 di Ambon. Hanya media Islam saja, yang gencar memberitakan secara detail apa yang terjadi di sana. Ada kesan, media nasional sengaja menutup-nutupi derita muslim Ambon, seperti rumah muslim yang dibakar, dan kematian tukang ojek Darmin Saiman.

“Kenapa media nasional bungkam? Karena media nasional punya kepentingan bisnis. Media nasional ingin membela sesuatu yang oleh pemerintah dianggap merugikan masyarakat banyak. Bom dianggap merugikan masyarakat banyak, tapi malah berujung merugikan umat Islam,” kata Koordiantor ICAF Mustofa B Nahrawardaya.

Harus diakui, media umum tidak pernah membicarakan soal dampak. Media umum hanya membicarakan kejadiaan saat berlangsung, hanya mengutip pernyataan resmi pemerintah, tanpa membongkar dibalik peristiwa tersebut. Bagaimanapun media umum berkepentingan dengan pemerintah supaya tidak dibredel, karena media umum didirikan dengan biaya besar dan melalui negosiasi yang sangat rumit.

“Kalau media umum ditutup, tentu akan merugikan mereka. Media umum lebih memilih cari aman. Kalau pun ada media yang berseberangan, biasanya bukan pendapat media itu, tapi minjem mulut tokoh tertentu, itu pun tidak serius. Atau, media tidak mampu membongkar suatu kasus. Karena, satu kasus belum selesai, sudah muncul kasus yang lain. Media pun dibuat sibuk sedemikian rupa, agar tidak focus membongkar adanya kejanggalan yang terjadi.”

Menurut Mustofa, gugurnya Darmin Saiman, yang menimbulkan pertanyaan, apakah murni kecelakaan atau dibunuh, seharusnya diungkap secara tajam dan apa adanya oleh media nasional.

“Persoalannnya adalah apakah hukum bisa ditegakkan, meski media telah memblow up foto vulgar soal tragedi di ambon beberapa waktu lalu. Bahkan tanpa ada berita dan foto sekalipun, tetap saja penegakan hukum tidak menjamin.”

Ketika masyarakat tidak disugukan gambar yang sesungguhnya terjadi, media dianggap menutupi fakta. Sedangkan, media dituntut member informasi berdasarkan fakta, tapi kemudian fakta yang ditunjukkan itu dihalang-halangi, bahkan dianggap memprovokasi.

“Apakah provokasi hanya disebabkan oleh gambar? Kan tidak. Sekarang provokasi bisa dilakukan dengan agenda-agenda tersembunyi, atau dikenal dengan strategi yang soft. Misalnya, kenapa 8 orang tewas di Ambon bisa terjadi, dan sebenarnya ini juga provokasi, tapi tidak kelihatan secara gambar. Apa bedanya foto dengan dengan perbuatan mereka.”

Ironisnya, lanjut Mustofa, kenapa pemberitaan Bom Solo, meski yang tewas hanya satu nyawa, sedangkan Ambon 8 nyawa tidak diberitakan secara detail. Ini bukti, pemerintah gagal untuk membuktikan apa yang sesungguhnya terjadi. Boleh jadi pemerintah berpikir, mungkin karena yang tewas ada dikedua belah pihak (islam kristen), kemungkinan tidak menimbulkan kecurigaan atau sebuah provokasi. Tapi, ketika yang tewas satu dari agama tertentu, peristiwa ini menjadi provokasi bagi yang lain.[voa-islam]

Selasa, 20 September 2011

Terus merugi, AS ciptakan mobil perang tuk hadapi bom ranjau Mujahidin

WASHINGTON – Saat ini, kondisi keuangan negara teroris AS tengah carut-marut.

Banyak pihak telah menuntut pemerintah agar mengganti kebijakan luar negerinya (terutama kebijakan perang-red) agar tidak terus-menerus mengeruk anggaran negara.

Mobil perang Humvee yang legendaris hampir dipastikan tidak akan terpakai lagi oleh militer salibis Amerika Serikat untuk mendukung nafsu perangnya. Perusahaan pembuat diklaim mengalami kebangkrutan. Kini militer AS tengah mencari pengganti Humvee dan L-ATV adalah salah satu calon penerusnya.

Sebuah perusahaan bernama Oshkosh Defense yang berbasis di Wisconsin, Amerika Serikat baru-baru ini memperlihatkan sebuah mobil militer anyar bernama Light Combat Tactical All-Terrain Vehicle alias L-ATV.

Mobil ini disetting sebagai pengganti Humvee dan ditawarkan ke militer Amerika Serikat.

Untuk mobil ini, Oshkosh Defense mengatakan kalau L-ATV memiliki segudang keunggulan yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan militer.

Lapisan baja anti peluru dan bom yang melindungi lapisan luar tubuhnya diklaim mampu dikonfigurasi dengan berbagai situasi. Sementara kapsul yang berada di dalamnya di desain agar bisa digunakan militer dan miliki kompabillitas ketika militer ingin meng-up grade teknologi kendaraannya.

Sementara kaki-kakinya ditunjang suspensi independen TAK-4i yang memiliki per 20 inchi, lebih panjang 25 persen dibanding yang digunakan mobil militer AS saat ini dan membuat mobil ini mampu melahap medan ganas sekalipun.

Dan yang paling menarik dari mobil ini adalah dapur pacunya. Dahulu, mobil-mobil militer AS yang menggunaka Humvee selalu saja dikenal sebagai sebuah mobil yang buas, yang rakus bahan bakar. Namun citra itu akan berubah bila militer AS menggunakan mobil ini.

Seperti diketahui, militer salibis AS telah mengalami kekalahan telak di Afghanistan. Selain ribuan tentara mereka telah berjatuhan, secara keuangan mereka pun dihantam oleh Mujahidin Afghanistan. Amerika Serikat telah dibuat merugi sedemikian rupa.

Militer AS terus-menerus mencari inovasi baru untuk menghadapi serangan Mujahidin Afghanistan. Mobil perang L-ATV ini sejatinya diciptakan untuk menghadapi serangan bom ranjau yang terkenal merupakan pembunuh nomor satu di Afghanistan bagi tentara salibis yang bercokol di sana. (arrahmah.com/moslem-idea)

Senin, 15 Agustus 2011

Selamatkan Aqidah Umat Islam dari Konspirasi Gerakan Deradikalisasi


Yogyakarta- hari ahad kemarin (15/8) di Masjid Kampus Universitas Gajah Mada Yogyakarta diadakan acara bedah buku terbitan MUI Surakarta dengan judul “Kritik Evaluasi & Dekontruksi Gerakan Deradikalisasi Aqidah Muslimin di Indonesia”, buku yang pernah dibedah sebelumnya di masjid Baitul Makmur Sukoharjo (31/7) dan juga di Gedung Pasca Sarjana UMS (16/7) dan rencana akan dibedah pula dibeberapa kota setelah Syawal.
Pada Acara tersebut dihadiri ratusan jamaah dari beberapa daerah di Yogyakarta, mereka dengan sangat antusias mendengarkan pemaparan dari para Pemateri yang diantaranya; ust. Mudzakir (Pimpinan Ponpes Al Islam Solo), H.M. Lutfie Hakim, SH. MH (Komisi Hukum & Perundang-Undangan MUI Pusat), Dr. Eko Prasetyo, SH. (Dir. PUSHAM UII Yogyakarta). Sementara itu Ketua MUI Surakarta Prof Zaenal Arifin Adnan menyampaikan dalam sambutan pembuka acaranya ”Bahwa Kami sangat prihatin karena ternyata ada pihak-pihak yang mencoba melakukan deradikalisasi, tetapi ternyata salah dalam menerapkan ayat dan hadis. Ini sangat membahayakan Akidah Umat Islam” dan beliau juga menambahkan “bahwa buku putih terbitan MUI Surakarta ini juga diminta oleh Kedutaan Amerika sebanyak 15 eksemplar dan alhamdulillah sudah kita kirimkan supaya bisa beredar di sana untuk dipelajari”.
Sedangkan ust. Mudzakir dalam membedah buku MUI Surakarta pada intinya menyampaikan, bahwa dalam acara Haloqah Nasional yang digagas oleh BNPT, mereka menggunakan kata radikal tidak sesuai dengan arti sesungguhnya, mereka menginginkan supaya umat Islam itu hanya menjalankan ajarannya secara formal saja, yaitu cukup hanya sholat, puasa dan haji saja dan jangan sampai ada fikiran untuk menegakkan syariat Islam, dan disamping itu ada bebarapa usaha penyesatan melalui serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai Islam Radikal sedangkan apa yang mereka sebut Islam radikal adalah orang-orang yang ingin menjalankan Islam dengan sebenar-benarnya, kemudian usaha lain dari program deradikalisasi ini adalah dengan menyelewengkan tafsir dari ayat dan hadits yang berkenaan dengan jihad dan penegakkan syariat Islam agar sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
Adapun pemateri ke dua Dr. Eko Prasetyo, SH menyampaikan, bahwa buku ini (terbitan MUI Surakarta) berusaha untuk melawan cara pandang pemerintah dan masyarakat saat ini tentang stereotip terorisme, Kenapa ada cara pandang BNPT tentang stereotip terorisme, 1. Karena posisi Negara kita sangat tergantung dengan barat, 2. Pemerintah hampir tidak memiliki prestasinya, seperti dalam penanganan korupsi, panggundulan hutan, penanganan bencana dsb, hanya dalam penanganan terorisme aja yang mereka anggap sebagai prestasi yang penting, 3. Uang yang menjanjikan dari proyek terorisme, Laporan BBC menyatakan bahwa proyek terorisme menghasilkan nilai trilyunan rupiah yang tentunya nilainya tidak sedikit.
Sedang H.M. Lutfie Hakim, SH. MH menyampaikan bahwa radikalisme yang dinisbatkan pada ajaran agama islam itu merupakan tuduhan yang luar biasa untuk mematikan beberapa idiom islam diantaranya, pertama; syariat islam, kedua; daulah islamiyah atau khilafah dan yang ketiga; jihad, tiga hal ini yang sering dilontarkan dari mulut ansyad mbai dan kemudian disosialisasikan ke berbagai daerah. Apabila ada sesorang yang secara sengaja tidak menghendaki syariat islam dan jihad maka tidak bisa lagi disebut sebagai seorang Islam , hal ini dijelaskan dalam surat Al Maidah ayat: 44. (rtn/moslemidea)

Senin, 13 Juni 2011

Seorang Yang dituduh Teroris Tewas Dalam Interogasi Densus 88


BANDUNG - Sejak Kamis hingga Senin kemarin paling tidak Densus 88 sudah menangkap 16 pria yang diklaim polisi sebagai anggota jaringan teroris. Selain di Poso, Jakarta, Kutai Kartanegara, pada hari Ahad 12 Juni 2011 seorang pria di Soreang, Bandung juga dibekuk Densus 88.

Pria yang ditangkap Densus 88 di Bandung diketahui bernama Untung alias Khidir. Pria asli Surabaya ini ditangkap Ahad kemarin saat sedang menggendong anaknya paling kecil. Untung dibawa Densus 88 dalam keadaan hidup.

Namun pagi ini Selasa 14 Juni, MuslimDaily mendapat pesan bahwa Untung alias Khidir yang ditangkap Densus 88 akan dipulangkan kepada keluarganya, namun dalam keadaan menjadi mayat atau sudah meninggal. Kemungkinan Untung meninggal dalam proses penyidikan.

Menurut seorang wartawan dari Jawa Pos, dalam Twitternya yang beralamat di @ridlwanjogja, Untung alias Khidir ditangkap pada Ahad 12 Juni bersama istrinya, dalam keadaan sehat.

Kemudian semalam Untung sudah dikabarkan meninggal dunia. Jenazah Untung akan dikembalikan kepada keluarga, namun Densus 88 memberikan syarat jenazah tidak boleh dibuka, tidak boleh lapor kepada TPM dan tidak boleh lapor ke media.

Saat ini rumah Untung di komplek YUPI Soreang, Bandung dijaga ketat 12 anggota Densus 88 bersenjata lengkap. Rencananya jenazah Untung akan dimakamkan pukul 9 pagi ini.

Untung meninggalkan satu istri yang sedang hamil dan tujuh anak yang masih kecil. (MIdea/MD)

Mendiknas: Sekolah Tolak Hormat Bendera Tidak Ditutup


Sekolah yang guru dan muridnya menolak melaksanakan penghormatan kepada bendera Merah Putih tidak perlu ditutup, kata Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh.

"Saya kira tidak harus tutup-menutup sekolah. Semua pihak harus memahami bahwa penghormatan dan penyembahan itu sesuatu yang berbeda," katanya usai menghadiri Kontes Robot Nasional (KRN) 2011 di UNiversitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, sebagai warga negara dan bangsa Indonesia, masyarakat seharusnya bisa membedakan mana yang merupakan bentuk penyembahan dan mana yang penghormatan. Semua pihak diminta untuk menghargai dan menjalankan kesepakatan yang ada.

"Sebagai warga yang hidup di Indonesia, sudah seharusnya menjalankan apa yang telah disepakati di negara ini, termasuk yang menyangkut bendera Merah Putih yang telah disepakati bersama. Jika tidak sepakat ya aneh," katanya.

Ia mengatakan, semua pihak seharusnya bisa memahami konteks dan kondisi kebangsaan dewasa ini, sehingga dapat menjalankan apa yang telah disepakati bersama.

"Saya secara khusus belum bertemu dengan penyelenggara sekolah yang tidak melakukan penghormatan kepada bendera Merah Putih," katanya.

Ditanya tentang dugaan tindak kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar (SD) di Jawa Timur, ia mengatakan, sebenarnya langkah penyelesaian dengan mengulang ujian merupakan pilihan yang tepat.

"Saya kira penyelesaiannya cukup mudah, yakni dengan melaksanakan ujian ulangan. Dengan demikian, masalahnya selesai," katanya.

Ia mengatakan, dirinya memberikan apresiasi kepada orang tua yang menginginkan sikap jujur dalam proses pembelajaran di sekolah.

"Masyarakat seharusnya mengikuti aturan yang ada, dan tidak mengucilkan orangtua yang mau menumbuhkan sikap jujur pada anak didik," katanya.(MIdea/Hdytllh)

Polri Siapkan 1600 Personil, JAT Minta Tidak Overacting


Menjelang sidang pembacaan vonis terhadad Ustad Abubakar Baasyir (ABB) dalam perkara pelatihan militer di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (16/06/2011), Polri menyiapkan 1600 personil untuk pengamanan.

"Kami sudah siapkan pengamanan, jumlahnya 1600 personil," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman di Bandara Halim Perdanakusuma, kemarin (13/06/2011). Jumlah personil itu, akan disebar di beberapa titik di sekitar PN Jaksel yang berada di Jalan Ampera Raya.

"Di ring 1, 2, dan 3. Juga mulai dari ujung jalan (Jalan Ampera Raya, Red)," katanya. Polri, lanjut Sutarman, sudah mengantisipasi semua kemungkinan yang bisa terjadi. Termasuk adanya ancaman bom.

Sementarab itu, dalam surat resminya yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Direktur Media Center JAT Sonhadi mengatakan, menjelang vonis pada ustad Abu, banyak penggalangan opini secara sistematis yang disebutnya sebuah trial by pers untuk mempengaruhi persidangan.

“Padahal seharusnya “pengadilan rekayasa” berdasarkan Undang Undang maupun fakta persidangan tidak cukup bukti yang menyakinkan untuk mendakwa dan menvonis ustadz Abubakar Ba’asyir, kecuali dipaksakan beliau harus dihukum sesuai pesanan,” tulisnya.

Lebih jauh ia meminta dukungan media agar bisa menyampaikan berita dengan jujur, independent dan berimbang serta tidak menjadikan dirinya bagian dari upaya penyesatan opini dan kebohongan publik .

“Kami siap bekerja sama dengan rekan media untuk memberikan informasi maupun konfirmasi setiap pemberitaan mengenai Ustadz Abu dan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), demi terciptanya informasi yang cerdas dan berkualitas pada masyarakat, “ tambahnya.

Sonhadi mengatakan, saat putusan dibacakan majelis hakim, akan ada ratusan pendukung JAT. Dia memperkirakan, akan ada sekitar 500 orang yang memadati PN Jakarta Selatan. Mereka akan memberi dukungan moril terhadap Ba'asyir.

Meski demikian, ia tetap meminta Polri tidak berlebihan. Sonhadi menuding polisi terlalu overacting. Apalagi dengan menempatkan sejumlah penembak jitu dan menjalankan protap nomor satu. Padahal, kata dia, protap nomor satu hanya dijalankan untuk huru hara dan demonstrasi.

Seba menurutnya, massa JAT hanya datang untuk memberi dukungan moril kepada Ba'asyir. Mereka akan meminimalisir orasi dan fokus berdoa.

"Karena kami sudah yakin ini adalah persidangan rekayasa," katanya.*(Al/Hdytlh)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites